Edukasi E-Booklet Beauty-V Tingkatkan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Keputihan di SMPN 1 Karangtanjung Kabupaten Pandeglang

Edukasi E-Booklet Beauty-V Tingkatkan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Keputihan di SMPN 1 Karangtanjung Kabupaten Pandeglang

Keputihan (leukorea) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai perbedaan keputihan normal dan abnormal serta rendahnya pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi dapat meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan reproduksi.

Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi, tim pengabdian kepada masyarakat menggelar kegiatan edukasi melalui media E-Booklet Beauty-V di SMP Negeri 1 Karangtanjung, kabupaten Pandeglang, pada 13 Mei 2026.

E- Booklet adalah media edukasi berbasis teknologi yang mudah dan praktik diakses melalui mobile phone.

Ketua pelaksana kegiatan, Fathiyati, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi E-Booklet Beauty-V untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Keputihan (Leukorea) pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Karangtanjung Tahun 2026”.

Menurutnya, edukasi ini merupakan bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman remaja putri terkait kesehatan reproduksi sejak dini.

“Melalui edukasi ini diharapkan siswi mampu memahami kesehatan reproduksi dengan baik, mengenali tanda keputihan abnormal, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test guna mengetahui tingkat pengetahuan awal siswi mengenai keputihan (leukorea). Selanjutnya peserta mendapatkan penyuluhan kesehatan reproduksi, pemaparan materi menggunakan media E-Booklet Beauty-V, pembagian e-booklet, hingga sesi diskusi interaktif bersama para siswi.

Anggota pelaksana, Lilis Zuniawati Setianingsih, menjelaskan materi yang diberikan meliputi pengertian keputihan, jenis keputihan normal dan tidak normal, penyebab keputihan, gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya menjaga personal hygiene.

“Media E-Booklet Beauty-V dipilih karena praktis, mudah dipahami, menarik, dan dapat diakses kembali oleh siswi kapan saja,” katanya.

Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 82 siswi yang terlihat antusias selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan kesehatan reproduksi yang kerap dialami remaja putri.

Mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan, Dinda Haerunisa, menuturkan kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Kepala Urusan Kesiswaan Ali Nurdin, Wakil Kepala Urusan Kurikulum Sahat Marudut Nainggolan, serta Kepala Bagian Tata Usaha Eva Mayasofa.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan para remaja putri semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. Edukasi kesehatan reproduksi dinilai menjadi langkah penting dalam membentuk generasi remaja yang sehat, mandiri, dan peduli terhadap kesehatan dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *