Improving Pharmacy Knowledge with Different Experiences

Kunjungan industri atau fieldtrip  merupakan kegiatan pembelajaran di luar kampus yang bertujuan menambah wawasan mahasiswa dengan melihat secara langsung suasana atau kondisi proses produksi baik skala laboratorium maupun industri. Fieldtrip ini diharapkan memotivasi para mahasiswa sebagai bekal di masa akan datang, mengetahui secara rinci proses pengelolaan produk farmasi, serta memberikan wawasan baru mengenai ruang lingkup farmasi dan peluang kerja.

Kegiatan fieltrip dilakukan pada tanggal 2 – 4 Februari 2026 yang diikuti oleh Program Studi S-1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang terdiri dari mahasiswa angkatan 2022 sebanyak 160 orang serta dosen dan staff 15 orang di Jatinangor, Bandung, dan Sukabumi. Tempat yang dikunjungi adalah Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Lembaga Farmasi Pusat Kesehatan Angkatan Darat, dan PT Amerta Indah Otsuka.

Senin, 2 Februari 2026 dilaksanakan fieldtrip ke Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh ketua Pusdi, Prof. Dr. apt. Sriwidodo, M.Si. Selanjutnya penyampaian materi tentang cara membuat tablet yang baik, kosmetika yang baik, serta Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC). Setelah itu, workshop dan tour lab ke laboratorium Farmasetika, Teknologi Sediaan Solida, Analisis Farmasi, Kimia Medisinal, Farmakologi, Farmasi Klinik dan Kultur, Bahan Alam Farmasi, serta Mikrobiologi dan Bioteknologi.

Selasa, 3 Februari 2026 dilakukan fieldtrip ke Lembaga Farmasi Puskesad Bandung. Lembaga ini menyelenggarakan kegiatan di bidang pembinaan dan pelaksanaan produksi obat-obatan berdasarkan ketentuan CPOB, pengawsan mutu, litbang dan minlog, serta menyelenggarakan tugas lain sesuai petunjuk puskesad. Daftar obat yang pernah diproduksi antara lain betalaktam (amoxicillin 500 kaplet, ampicillin 500 mg kaplet, amoxicillin 250 mg kapsul, ampicillin 250 mg kapsul, amoxicillin 125 mg/5 mL sirup kering, ampicillin 125 mg/5 mL sirup kering, clofenad 50 mg, ibuprofen 200 mg, imodiad 2 mg, lafihistin 50 mg, lafimag, metronidazole 500 mg, neodiare, neuralgad, neurobiad, paracetamol 500 mg); non-betalaktam untuk sediaan tablet atau kaplet (astemizole 10 mg, buscofiad, lafitens 25 mg, baktrimad, dexamethazone 0,5 mg, dextromethorphan 15 mg, solvonad, neo stopfluad, floxad 500 mg, ponstad 500 mg, yudhavit, sangobiad, thiamfenicol 250 mg); sediaan sirup (baktrimad sirup, lafidryl DMP sirup, paracetamol sirup); sediaan salep (lafigencin 10 g, lafimycetin 2% 10 g, lafimycort 10 g, lafinazole 2 % 10 g); dan sediaan cairan obat luar (lafiodine 10%  1000 mL, lafiodine 10% 60 mL).

Sedangkan daftar obat yang saat ini masih diproduksi di Lembaga Farmasi Puskesad adalah amoxad, ponstad, fimol, sultrim, thiamfi, stopfluad, neolafimag, neodiar, yudhavit, buscofiad, vomad, imodiad, neuralgad, floxad, dan lafiodine. Selain itu, mahasiswa serta dosen dan staff dijelaskan mengenai alat produksi berupa mesin isi kapsul (KWANG-DAH KAPASITAS 25000 kapsul/jam); mesin cetak tablet/kaplet non-betaklaktam; mesin stripping; mesin coating (kapasitas 40 kg); mesin filling dry syrup (mesin isi serbuk kapasitas 1000 botol/Jam); mesin stripping (mesin stripping kaplet chen Tai/CTAPM A kapasitas 25000/Jam); dan mesin cetak (mesin cetak kaplet Narong/NRT-25 kapasitas 45000/Jam).

Rabu, 4 Februari 2026 mahasiswa serta dosen dan staff melakukan kunjungan ke PT Amerta Indah Otsuka Sukabumi dengan dijelaskan mengenai sejarah perkembangan dan produk dari industri tersebut. Kunjungan pabrik ini mulai dibuka pada tahun 2008 yang merupakan suatu bentuk komitmen dari PT Amerta Indah Otsuka dalam mewujudkan prinsip open factory. Hal ini sejalan dengan filosofi dari Otsuka, yakni “Otsuka-people creating new products for better health worldwide”. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat Indonesia mengenai pentingnya ion tubuh untuk menjaga kesehatan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *