
Kader Posyandu Kemanisan Tingkatkan Keterampilan Olah Pangan Lokal untuk Cegah Stunting
Serang, 20 Juni 2026 – Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Salsabila Serang di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang. Pada tahun 2024, program difokuskan pada edukasi dan pemberdayaan terkait pencegahan anemia pada remaja putri, sedangkan pada tahun 2025 dilanjutkan melalui program pemanfaatan pangan lokal berbasis Nugget Lele dan Tempe (NULTE) sebagai upaya peningkatan gizi masyarakat. Melanjutkan capaian tersebut, pada tahun 2026 kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting.

Di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, peran kader Posyandu selama ini lebih banyak berfokus pada kegiatan rutin seperti penimbangan balita dan pencatatan, sementara edukasi gizi berbasis pangan lokal belum berjalan secara optimal. Selain itu, masyarakat umumnya masih memanfaatkan ikan lele dan tempe sebagai lauk sehari-hari tanpa banyak variasi pengolahan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Salsabila Serang yang diketuai oleh Dr. apt. Yusransyah, M.Sc., bersama anggota Syilvi Adini, M.Farm. dan Bd. Indah Ayu Nur Hasana, M.Keb., serta melibatkan mahasiswa Cezia Sitorus dari Program Studi Kebidanan dan Fasya Rizki Ramadani dari Program Studi Farmasi, melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan pangan lokal berbasis ikan lele dan tempe kepada kader Posyandu Kelurahan Kemanisan pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pemanfaatan Pangan Lokal Lele dan Tempe (NULTE) untuk Pencegahan Stunting di Kelurahan Kemanisan”.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai stunting, pentingnya gizi seimbang, serta manfaat protein hewani dan nabati bagi pertumbuhan anak. Selanjutnya, para kader mengikuti demonstrasi dan praktik pembuatan NULTE (Nugget Lele dan Tempe) sebagai salah satu inovasi pangan lokal yang mudah diperoleh, bergizi, dan ramah bagi balita. Kegiatan yang diikuti oleh 10 orang kader Posyandu Kelurahan Kemanisan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan level pemberdayaan masyarakat pada aspek sosial kemasyarakatan. Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pencegahan stunting serta pemanfaatan pangan lokal berbasis lele dan tempe. Para kader tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengolah produk NULTE dan menyampaikan edukasi gizi kepada masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, kader Posyandu diharapkan dapat berperan lebih optimal sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi balita dan pencegahan stunting secara berkelanjutan.

Menurut Dr. apt. Yusransyah, M.Sc., pemanfaatan potensi pangan lokal merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung pemenuhan gizi anak.
“Melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu, diharapkan edukasi mengenai gizi seimbang dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan edukasi dan pelatihan, tim pengabdian juga melakukan penyerahan aset pendukung kegiatan kepada mitra kader Posyandu Kelurahan Kemanisan sebagai upaya menjamin keberlanjutan program. Bantuan yang diserahkan berupa peralatan dan sarana pendukung pengolahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan Posyandu maupun pelatihan lanjutan di masyarakat. Penyerahan aset tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian kader dalam mengembangkan inovasi pangan berbasis lele dan tempe serta memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di Kelurahan Kemanisan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.